Dari Purwokerto, untuk kota-kota yang tidak muncul di pitch deck.
Cazh lahir dari pengalaman tumbuh di kota kecil, dan dari keyakinan bahwa infrastruktur fintech seharusnya tidak dibangun hanya untuk Jakarta.
Dirintis di Purwokerto
Cazh mulai dirintis di Purwokerto dan lolos inkubasi Telkom Indigo. Proyek awal: core-banking system untuk Lembaga Keuangan Mikro.
Berbadan hukum
PT Cazh Teknologi Inovasi resmi berdiri pada 1 Oktober 2019. Aplikasi Cazh POS dirilis untuk merchant UMKM.
Pivot ke pendidikan
Pandemi menggeser fokus ke lembaga pendidikan. Billing system untuk sekolah/pesantren (CAZH School) dan CARDS Digital Card lahir. Terdaftar sebagai PSE Komdigi RI pada April–Mei 2021.
Penguatan ekosistem
Cazh POS Lite dirilis. Core-banking diperbarui untuk koperasi/BMT/BKD. Partnership dengan bank (BNI, BSI, Blu by BCA) dan payment gateway (Xendit, Brick, Duitku, LinkAja, DANA) diperkuat.
Funding di tengah tech winter
Di tengah sulitnya investasi startup global, Cazh mendapat tambahan pendanaan dari DSX-Ventures (Indonesia) dan Katha VC (New York, via OpenVC).
500+ sekolah, 135+ kabupaten/kota
Cazh melayani 500+ mitra lembaga pendidikan, ribuan UMKM, puluhan ribu pengguna kartu digital di 28 provinsi.
Yang akan kami bangun berikutnya
Kami sedang mengerjakan penguatan ekosistem keuangan daerah: credit scoring untuk UMKM berbasis riwayat transaksi Cazh POS, dan produk kredit modal kerja untuk merchant setia.
Untuk sekolah, kami mengeksplorasi pembayaran lintas-institusi dan dompet santri yang lebih pintar.
Jika Anda tertarik ikut membangun ini, halaman Karir menunggu.
Siap jalan bersama Cazh?
Pilih produk yang tepat untuk usaha atau sekolah Anda.